Pura Tanah Lot dibangun di atas batu karang yang terisolasi dari daratan saat air pasang. Konstruksi tanpa fondasi modern ini telah bertahan selama lebih dari lima abad menghadapi gempuran ombak Samudra Hindia — sebuah bukti keahlian arsitektur tradisional Bali yang luar biasa.
Pada tahun 1980-an, sebagian batu karang yang rapuh diperkuat dengan material buatan. Namun perdebatan pun muncul: apakah intervensi modern ini mengorbankan keaslian situs? Pertanyaan ini masih menjadi diskusi aktif di kalangan ahli konservasi dan pemuka agama Bali hingga kini.
